Software dan Aplikasi Khusus Pemilik Sound System

Musik atau sound system selama ini dianggap peralatan spesial pemain musik studio, atau khusus dunia industri hiburan. Sayangnya ungkapan tersebut sudah mulai terkikis dan hilang. Bagaimana tidak sudah terlalu banyak aplikasi bahkan software untuk itu semua yang hanya diletakan di laptop saja. Sederhana kuncinya ada pada  Audio equalization merupakan teknik untuk mengatur keseimbangan antara komponen frekuensi yang dapat didengar. Sebelumnya sudah banyak alat berat yang digunakan untuk pengaturan keseimbangan suara yang kini dikenal sebagai equalizer. Namun, sekarang ada aplikasi equalizer untuk melakukan hal ini.

Terdapat banyak pilihan aplikasi dan software untuk PC yang dapat membantu pengguna melakukan tugas menyesuaikan suara hanya dalam beberapa detik. Pengguna bisa menggunakan aplikasi ini untuk mengakses fitur audio seperti Equalizer, Surround, Environment, Base Management, dan sebagainya.

Software dan aplikasi untuk sound system memainkan peran penting dalam pengaturan audio live, manajemen sistem PA (public address), dan mixing suara. Berikut adalah beberapa software dan aplikasi yang biasa digunakan dalam sound system:

1. Digital Audio Workstations (DAWs) untuk Live Sound:

  • Ableton Live:
    • Deskripsi: Selain digunakan untuk produksi musik, Ableton Live juga populer untuk pertunjukan live karena kemampuan clip launching dan pengaturan live set. Cocok untuk artis yang ingin mengontrol audio dan efek secara real-time selama pertunjukan.
  • Pro Tools:
    • Deskripsi: Meskipun lebih umum digunakan di studio, Pro Tools juga dapat digunakan dalam setting live, terutama untuk rekaman langsung dan playback track dengan presisi tinggi.

2. Digital Mixing Consoles:

  • Yamaha CL/QL Series:
    • Deskripsi: Yamaha menawarkan software kontrol yang memungkinkan pengguna mengendalikan mixer digital mereka dari jarak jauh melalui komputer atau perangkat mobile. Aplikasi seperti CL/QL Editor atau StageMix memungkinkan pengaturan mixing secara langsung dari tablet atau laptop.
  • Behringer X32:
    • Deskripsi: Konsol digital Behringer X32 memiliki aplikasi X32-Edit yang memungkinkan kontrol penuh dari laptop, dan aplikasi X32-Mix untuk kontrol dari perangkat mobile. Ini mempermudah engineer untuk melakukan mixing dari mana saja di venue.
  • Allen & Heath dLive/QU Series:
    • Deskripsi: Mixer digital dari Allen & Heath, seperti dLive dan QU Series, dilengkapi dengan aplikasi kontrol jarak jauh seperti dLive Director dan QU-Pad yang memungkinkan kontrol penuh mixer dari perangkat komputer atau tablet.

3. Speaker Management Software:

  • dbx DriveRack PA2:
    • Deskripsi: DriveRack PA2 adalah sistem pengelolaan speaker yang digunakan untuk mengoptimalkan sistem PA. Software ini memungkinkan pengguna untuk mengontrol EQ, crossover, dan limiter melalui aplikasi berbasis desktop atau mobile.
  • QSC Q-SYS:
    • Deskripsi: Q-SYS adalah sistem manajemen audio terintegrasi yang dapat mengendalikan berbagai perangkat dalam sistem sound, dari speaker hingga mikrofon. Q-SYS Designer Software memungkinkan desain dan pengelolaan jaringan audio yang kompleks.
  • JBL HiQnet System Architect:
    • Deskripsi: Alat ini digunakan untuk mengelola sistem speaker JBL dan amplifier Crown. Software ini memungkinkan kontrol dan pemantauan seluruh sistem PA secara terpusat.

4. Audio Measurement and Calibration Tools:

  • Smaart (Rational Acoustics):
    • Deskripsi: Smaart adalah software analisis spektrum dan waktu real-time yang digunakan untuk mengkalibrasi sistem PA. Smaart membantu engineer mengoptimalkan akustik ruangan dan menyesuaikan EQ dengan presisi.
  • REW (Room EQ Wizard):
    • Deskripsi: REW adalah software gratis untuk mengukur dan menganalisis akustik ruangan. Ini sering digunakan untuk menyesuaikan EQ dan mengelola penempatan speaker dalam pengaturan sound system.

5. Wireless Control Apps:

  • Mixing Station:
    • Deskripsi: Aplikasi ini mendukung berbagai konsol digital seperti Behringer X32, Midas M32, dan Soundcraft Si. Mixing Station memungkinkan kontrol penuh mixer dari smartphone atau tablet, memudahkan engineer untuk melakukan penyesuaian secara nirkabel.
  • TouchOSC:
    • Deskripsi: Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk membuat antarmuka kontrol kustom untuk berbagai software audio dan perangkat MIDI. TouchOSC sering digunakan untuk mengontrol mixer digital, DAW, atau perangkat efek dari tablet atau smartphone.

6. Playback Software untuk Live Performance:

  • Qlab (Figure 53):
    • Deskripsi: Qlab sering digunakan dalam teater, pertunjukan, dan instalasi multimedia untuk memutar audio, video, dan pencahayaan secara terkoordinasi. Software ini memungkinkan playback yang presisi dengan pengaturan yang mudah dikontrol.
  • Multiplay:
    • Deskripsi: Multiplay adalah software gratis yang digunakan untuk playback audio dalam pertunjukan live. Ini memungkinkan pengguna mengatur dan memutar cue secara real-time.

Dengan menggunakan software dan aplikasi ini, engineer sound dan artis dapat mengoptimalkan pengaturan sound system mereka untuk mendapatkan kualitas audio terbaik, baik dalam setting live performance, konser, atau instalasi permanen