Perubahan Besar Besaran Industri Musik Menuju Platform Digital
- by pena-admin
- 10:26 25/08/2024
- 0

Musik hari ini telah memasuki era baru bagi pendengarnya, setelah masa kaset dan compact disk selesai, semuanya berubah, dan telah terjadi perubahan besar besaran. Dimana hari ini industri musik dunia, telah mengalami perjalanan panjang lebih dari Seabad sampai kini memasuki era platform musik online.
Perjalanan lebih dari seabad sampai kini memasuki era platform musik online. Dihitung sejak penemuan phonograph oleh Thomas Edison pada tahun 1877. Pada masa itu musik diproduksi dalam bentuk piringan hitam dengan phonograph. Maka tidak semua orang mampu membeli piringan hitam dan alat pemutarnya, sehingga hasil rekaman musik menjadi barang mewah saat itu. Namun, seiring berjalannya waktu, industri musik terus mengalami transformasi yang mengubah pola bisnis dan cara distribusi musik.
Era digital telah mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan dengan era di beberapa dekade sebelumnya yang merubah beberapa aspek didalamnya:
- Distribusi dan Konsumsi Musik:
- Streaming: Platform seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube telah menggantikan penjualan fisik dan unduhan digital sebagai cara utama orang mendengarkan musik. Ini memungkinkan akses langsung ke jutaan lagu dengan biaya bulanan yang relatif murah.
- Digital Download: Meskipun menurun popularitasnya, unduhan digital masih ada, tetapi sekarang lebih sering digunakan oleh penggemar yang ingin mendukung artis secara langsung.
- Sosial Media: Platform seperti Instagram, TikTok, dan Twitter memungkinkan artis untuk mempromosikan musik mereka langsung ke penggemar, menciptakan tren, dan menjangkau audiens yang lebih luas.
- Konten Kreator: Banyak artis memanfaatkan YouTube dan platform streaming lainnya untuk memproduksi konten video, vlog, atau sesi langsung untuk berinteraksi dengan penggemar.
- Independent vs. Major Label: Era digital telah memberi kesempatan bagi artis independen untuk sukses tanpa perlu dukungan dari label rekaman besar. Banyak artis memanfaatkan platform digital untuk mendistribusikan musik mereka sendiri.
- Distribusi Digital: Label rekaman sekarang lebih fokus pada distribusi digital dan hak cipta, serta kolaborasi dengan platform streaming untuk memastikan musik mereka mendapatkan visibilitas yang cukup.
- Streaming Royalties: Pendapatan dari streaming masih menjadi topik kontroversial, karena pembayaran per stream sering kali kecil, yang menimbulkan tantangan bagi artis untuk mendapatkan pendapatan yang layak dari musik mereka.
- Merchandising dan Tur: Banyak artis sekarang mengandalkan penjualan merchandise, konser, dan tur sebagai sumber pendapatan utama karena penjualan musik langsung tidak lagi sekuat sebelumnya.
- Sampling dan Remixes: Kemudahan distribusi digital telah menyebabkan peningkatan dalam praktik sampling dan remix, yang menimbulkan tantangan baru dalam hal hak cipta.
- Piracy: Meskipun streaming telah mengurangi pembajakan, tetap ada tantangan dalam menjaga hak cipta musik di era digital.
- AI dan Algoritma: Teknologi AI digunakan dalam pembuatan musik, rekomendasi lagu, dan personalisasi pengalaman mendengarkan.
- Blockchain: Ada eksperimen dalam penggunaan blockchain untuk memastikan transparansi dalam distribusi royalti dan hak cipta.
Era digital telah memberikan banyak peluang baru bagi artis dan pendengar, tetapi juga menghadirkan tantangan tersendiri yang terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi.
Previous Article
Gunung Kembang Wonosobo Pendakian Nol Sampah (zero waste mountain)
Next Article