Branding Bisnis Online

Setelah Pandemi Covid-19 membawa banyak tantangan bagi pelaku bisnis di tanah Air, tentu saja termasuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah. Satu sisi, hal yang dirasakan sejak terjadinya pandemi adalah peningkatan digitalisasi usaha dan gaya hidup dari konsumen. Riset United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), volume belanja di platform digital bertumbuh pesat hingga 65% pada Maret 2020 atau awal pandemi hingga Maret 2021.

Sementara itu, riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mencatat sebanyak 31,8% pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang terdiri dari 18,6% perempuan dan 13,2% laki-laki, terjun memulai bisnis online di masa pandemi.

Riset yang sama menunjukkan, sebanyak 74,2% responden menyatakan bahwa penjualan mereka meningkat selama pandemi Covid-19, dengan rata-rata kenaikan sekitar 133%. Provinsi yang membukukan kenaikan penjualan tertinggi dari luar Jawa ialah Nusa Tenggara Barat (144,6%), Sulawesi Tengah (73,4%), dan Sulawesi Selatan (73,3%).

Pertanyaannya, bagaimana cara menonjolkan diri di tengah banyaknya kompetisi di platform daring? Kuncinya adalah untuk tidak sekedar membuat toko online saja, melainkan membangun brand dan menarik para pelanggan untuk menjadi pembeli loyal dari produk-produk yang dijual.

Ketika bisnis hanya berfokus membuat toko online saja, calon pembeli tidak memiliki keterikatan emosional. Mereka biasanya membandingkan harga produk dengan toko lain di platform marketplace, dan memilih yang paling murah.

Untuk meningkatkan level bisnis dari toko online menjadi brand, maka diperlukan upaya digital branding, yaitu membangun brand secara online menggunakan platform digital, seperti website, aplikasi, media sosial, dan lain-lain. Strategi digital branding ini dinilai lebih cepat, lebih mudah, dan memiliki jangkauan ke konsumen lebih luas.

Ada lima cara yang dapat dilakukan untuk membuat toko online yang dikelola naik kelas menjadi brand yang tidak kalah keren dari berbagai brand ternama.

Karakter Brand Unik

Karakter brand yang unik yang berbeda dari kompetitor. Misalnya, mulai dari logo, warna-warna dominan, hingga slogan. Mulailah dengan membuat karakter brand seperti nama dan logo yang menarik dan mudah diingat oleh pembeli.

Situs Website 

Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah melansir sebanyak 3,79 juta UMKM sudah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produknya. Namun, kebanyakan UKM masih mengandalkan e-commerce ketimbang mendirikan situs brand sendiri.

Dengan website sendiri, pemilik brand bisa bebas mendesain hampir semua aspek dari website tersebut, mulai dari tampilannya, nuansa toko, katalog produk, sampai promo-promo yang dihadirkan untuk pembeli.

Website Brand Mobile Friendly

Pastikan website brand yang ramah atau mobile friendly. Sebagai gambaran, mayoritas orang Indonesia berbelanja online dengan menggunakan ponsel. Karena itu, saat membuat website brand untuk berjualan, pastikan mendesainnya agar mobile friendly, dengan tampilan yang rapi ketika dibuka via HP.

Stok Barang Otomatis

Kelola inventaris dan stok barang secara otomatis. Untuk memberikan pengalaman belanja yang lebih baik bagi pembeli, tentu kita dituntut untuk bisa mengelola inventaris produk kita dengan baik untuk menghindari salah stok, atau pun tiba-tiba stok habis padahal pesanan sudah masuk.

Brand dan Reputasi

Membesarkan brand dan reputasi, tidak hanya berjualan. Kehadiran media sosial sebagai sarana promosi untuk berjualan memang merupakan sebuah keharusan di era digital seperti sekarang. Namun, untuk bisa menjadi brand ternama dengan reputasi yang baik dan memiliki basis pembeli yang loyal, gunakan media sosial untuk membagikan cerita menarik tentang brand.