Transaksi Toko Online Sudah Mulai Menggusur Pasar Tradisional
- by pena-admin
- 20:23 17/08/2024
- 0

Hadirnya online shop aktivitas jual beli menjadi lebih mudah, efisien, dan praktis, kata kata tersebut adalah salah satu ancaman lembut pedagang pasar tradisional yang ada di Indonesia, bukan tanpa bukti.
Berdasar pada data Statista Market Insights, jumlah pengguna e-commerce di Indonesia mencapai 178,94 juta orang pada 2022. Angka transaksi toko online tersebut mengalami peningkatan sebesar 12,79% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebanyak 158,65 juta pengguna.
Jika melihat tren saat ini, pengguna e-commerce di Indonesia diproyeksikan akan terus mengalami peningkatan hingga mencapai 196,47 juta pengguna hingga akhir 2023.
Bahkan, tren kenaikan jumlah pengguna e-commerce ini diprediksi masih akan terus terjadi hingga empat tahun ke depan. Statista juga memperkirakan bahwa jumlah pengguna e-commerce di dalam negeri mencapai 244,67 juta orang pada tahun 2027 mendatang.
Masih belum cukup dengan bukti tersebut, Bank Indonesia (BI) mencatatkan bahwa nilai transaksi e-commerce di Indonesia sebesar Rp 476,3 triliun pada 2022. Nilai itu didapatkan dari 3,49 miliar transaksi di e-commerce sepanjang tahun lalu.
Angka tersebut lebih tinggi 18,8% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 401 triliun. Nilai ini diprediksi masih bisa tumbuh lagi sebesar 20% hingga mencapai Rp 572 triliun pada tahun 2023.
Dari gambaran di atas jelas bahwa pasar tradisional sudah mendekati waktunya tertidur pulas karena transaksi perdagangan diatas sudah tidak dapat dihindari lagi. Cara yang paling mudah untuk melepaskan diri dari konvoi toko online dan perdagangan online adalah masuk ke transaksi yang sama yaitu penjualan online.
Previous Article