
Pendidikan karakter telah menjadi pusat perhatian dalam dialog pendidikan global dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah banyaknya diskusi tentang topik ini, penting untuk menyadari bahwa akar perkembangan karakter berasal dari rumah, bukan sekolah. Orang tua memegang kuas untuk melukis goresan awal integritas, kebaikan, dan kekuatan moral pada kanvas kehidupan anak-anak.
Jadi, jelas bahwa fondasi karakter yang kuat dimulai di rumah dan sebagai orang tua, kita perlu menyiapkan “bahan dasar” untuk membangun nilai anak-anak dan memastikan bahwa mereka dapat menjadi individu yang berintegritas, memiliki kebaikan, serta kuat secara moral.
Sebelum dapat membentuk pribadi anak-anak, Anda harus memahami pengertian pendidikan karakter dengan saksama. Secara sederhana, pendidikan karakter merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai tertentu demi mengembangkan potensi individu sehingga mereka dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Pendidikan karakter juga bisa digambarkan sebagai batu penjuru pembelajaran sosial dan emosional yang melampaui instruksi akademis. Apabila dilakukan dengan benar maka pendidikan karakter dapat menanamkan prinsip-prinsip moral dan etika pada individu.
Lebih dari pada itu, pendidikan karakter dapat membantu anak-anak kita menjadi anggota masyarakat yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga bertanggung jawab dan etis. Sekolah dan lembaga pendidikan kerap kali mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam kurikulum mereka untuk mempromosikan perkembangan holistik peserta didik serta menekankan pentingnya kebajikan dan pengambilan keputusan.