Media Cetak Menjelang Senja dan Tutup Usia

Masih ingat majalah Bobo? Atau tabloid Nova  tabloid wanita paling keren di dekade 90 awal dan mungkin masih ingat anak muda paling gaul dekade 80an; hari ini tidak bisa dibuka lembaran cetakannya lagi

Itu hanya sebagian kecil dari cerita tumbangnya media cetak di Indonesia, semua ini dapat di runut mulai Harian Republika, koran yang berusia 30 tahun ini berhenti cetak pada 31 Desember 2022, dan memulai langkah baru dengan bermigrasi sepenuhnya ke platform digital. Selain itu, empat media cetak lainnya, yakni majalah Mombi, majalah Mombi SD dan majalah Bobo berhenti cetak pada 21 Desember 2022. Lalu disusul oleh tabloid Nova yang berhenti cetak pada 22 Desember 2022.

Pada rentang waktu 2015 hingga 2021 saja, banyak koran, tabloid, majalah berguguran, seperti majalah Hai, koran Sinar Harapan, majalah Soccer, Harian Bola, Jakarta Globe, majalah Readers Digest Indonesia, majalah Kawanku, Indonesia Finance Today, majalah Fortune Indonesia, Bloomberg Business Week, majalah Maxim, majalah Chip, Techlife, tabloid Gaul dan lain-lainnya. Tidak semua media sanggup bermigrasi ke platform digital, beberapa perusahaan media benar-benar mematikan medianya, sungguh senja kala dan waktunya terbenam dan hilang.

Meskipun media dan jurnalis masih cukup keberanian melawan takdirnya, mau tidak mau, media mainstream harus menyelamatkan nasibnya menuju ke platform digital. Mari kita intip bersama potensi pembaca melalui jaringan internet, dari data hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) pada periode 2021-2022, terdapat 210,03 juta pengguna internet di Indonesia. Jumlah ini meningkat 6,78 persen dibandingkan periode sebelumnya, sebesar 196,7 juta pengguna internet, hal ini membuat tingkat penetrasi internet di Indonesia menjadi sebesar 77,02 persen.