letusan Gunung Dieng; Tragedi Sinila, Bencana di Negeri Para Dewa

Dataran tinggi di Indonesia yang terletak di Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara memang menjadi magnet bagi wisatawan. Tak hanya pengunjung lokal, bahkan mancanegara. Keindahan wisata alam Dieng juga telah menarik warga negara Belanda pada zaman dahulu. Bahkan beberapa warga berkebangsaan Belanda bahkan ikut mempromosikan keindahan Dataran Tinggi Dieng ke Negara-negara Eropa.

Dibalik keindahan alamnya, Dieng ternyata pernah menyimpan fakta sejarah yang kelam. Masyarakat mengenalinya sebagai “Tragedi Sinila 1979”. Akibat tragedi ini di sekitar lokasi kejadian dibuatlah monumen batu sinila sebagai peringatan bahwa kejadian itu benar terjadi di Kawasan Dieng.

Letusan Gunung Dieng pada tahun 1979 adalah salah satu peristiwa bencana alam yang cukup mematikan di Indonesia, khususnya di kawasan dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah. Berikut adalah rincian mengenai letusan tersebut:

Peristiwa Letusan:

  • Tanggal: 20 Februari 1979.
  • Lokasi: Kawah Sinila, yang merupakan salah satu dari banyak kawah di kompleks Gunung Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
  • Jenis Letusan: Bukan letusan vulkanik biasa, tetapi berupa letusan freatik, yaitu letusan yang dipicu oleh tekanan uap dari air yang dipanaskan oleh magma di bawah tanah.

Dampak:

  • Korban Jiwa: Letusan ini menyebabkan sekitar 149 orang meninggal dunia. Sebagian besar korban meninggal akibat keracunan gas beracun, terutama gas karbon dioksida (COâ‚‚) dan gas beracun lainnya yang dilepaskan dari kawah.
  • Gas Beracun: Kawah Sinila mengeluarkan gas COâ‚‚ dalam jumlah besar, yang kemudian menyebar ke daerah sekitarnya, termasuk Desa Pekasiran yang terletak di lembah.
  • Kerusakan Lingkungan: Gas beracun yang dilepaskan menyebabkan kerusakan tanaman dan hewan di sekitarnya, serta memaksa penduduk untuk mengungsi dari daerah tersebut.

Penyebab dan Karakteristik:

  • Letusan Freatik: Letusan ini disebabkan oleh tekanan uap dari air tanah yang kontak dengan magma panas. Letusan jenis ini seringkali tidak disertai oleh material lava, tetapi menghasilkan semburan uap, gas, dan abu.
  • Kondisi Geologis: Kawasan Dieng dikenal sebagai daerah vulkanik aktif dengan banyak kawah dan aktivitas geothermal, sehingga kejadian letusan freatik cukup umum di wilayah ini.

Tindakan Setelah Bencana:

  • Evakuasi: Evakuasi besar-besaran dilakukan untuk menyelamatkan penduduk dari daerah yang terdampak gas beracun.
  • Pemantauan dan Mitigasi: Pasca peristiwa ini, pemantauan aktivitas vulkanik di Kawah Sinila dan kawah lainnya di Dieng ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
  • Peringatan Dini: Upaya peringatan dini dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya gas beracun dari kawah menjadi fokus utama.

Letusan Gunung Dieng tahun 1979 ini menjadi pengingat pentingnya pemantauan aktivitas vulkanik dan kesiapsiagaan masyarakat di sekitar daerah gunung berapi, khususnya yang memiliki potensi letusan freatik dan pelepasan gas beracun.