
Viral berita penggunaan teknologi Artificial Intelligence, terus saja meluncur dan mendarat diterima ramai. Segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi akan dikaitkan dengan Artificial Intelligent AI. Bahkan asumsi miring untuk penggunaan AI, teknologi tidak akan maju dan baik bila tidak dapat terintegrasi dengan AI. Itulah asumsi yang boleh jadi disebut wacana.
Kemajuan teknologi yang satu ini memang merambah ke semua lini kehidupan manusia yang berhubungan dengan teknologi, karena IA sangat dinamis untuk masuk ke semua divisi teknologi. Satu hal yang mungkin belum viral hari ini, apakah bisa teknologi Artificial Intelligence masuk untuk pengembangan wilayah perumahan atau kota? Secara konsep dapat dan sangat mungkin, walaupun kadar mimpinya masih besar. Akan seperti apa konsep kota berbasis Artificial Intelligence.
"Kota terintegrasi AI" atau "AI-integrated city" mengacu pada konsep kota yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) di berbagai aspek kehidupan untuk meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan kualitas hidup warganya. Ini melibatkan penerapan AI dalam manajemen lalu lintas, pengelolaan energi, pelayanan kesehatan, keamanan, pendidikan, dan berbagai layanan publik lainnya.
Beberapa contoh penerapan AI dalam kota terintegrasi meliputi:
- Transportasi Cerdas: Sistem AI digunakan untuk mengoptimalkan aliran lalu lintas, mengurangi kemacetan, dan meningkatkan keselamatan. Ini bisa mencakup kendaraan otonom, sistem parkir pintar, serta manajemen transportasi publik yang lebih efisien.
- Manajemen Energi: AI dapat membantu mengelola konsumsi energi dengan lebih efisien, seperti dalam pengaturan pencahayaan kota, pengelolaan jaringan listrik, serta memprediksi kebutuhan energi berdasarkan pola penggunaan.
- Keamanan dan Pengawasan: Penggunaan AI dalam pengawasan kota, seperti melalui kamera CCTV yang dapat mendeteksi perilaku mencurigakan atau anomali, serta dalam penanganan insiden kriminal dengan lebih cepat dan efektif.
- Pelayanan Publik: AI dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan publik, seperti chatbot untuk layanan pelanggan, analisis data untuk perencanaan kota, serta optimasi proses administrasi.
- Kesehatan: Di kota terintegrasi AI, layanan kesehatan dapat lebih personal dan efisien, misalnya dengan penggunaan AI dalam diagnosa medis, telemedicine, dan manajemen fasilitas kesehatan.
- Pengelolaan Sampah: AI digunakan untuk memprediksi pola pembuangan sampah dan mengoptimalkan rute pengumpulan sampah, serta untuk mendukung daur ulang melalui pengenalan jenis sampah.
Kota terintegrasi AI bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan penduduknya, sambil memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan jangka panjang.
Previous Article
Next Article