Intoleransi Laktosa Pada Susu; Orang Indonesia Mempunyai Kecenderungan Akan Hal Tersebut
- by pena-admin
- 19:31 06/09/2024
- 0

Laktosa adalah salah satu jenis gula alami yang dapat ditemukan dalam susu mamalia, seperti susu kambing, susu sapi, dan air susu ibu (ASI). Lebih dari sekadar pemberi rasa manis, laktosa juga memegang peranan penting dalam pembuatan obat-obatan dan bahan baku makanan tertentu, seperti keju dan yoghurt.
Kendati demikian, beberapa orang juga mungkin dapat mengalami sejumlah gangguan sistem pencernaan akibat intoleransi laktosa. Mari simak pembahasan seputar laktosa selengkapnya di bawah ini.
Epidemiologi intoleransi laktosa yaitu sekitar 68% populasi di dunia. Intoleransi laktosa banyak dijumpai pada ras Asia dan Afrika. Prevalensi defisiensi laktase jarang terjadi pada bayi dan anak <6 tahun, yang akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini karena tubuh mengalami penurunan kemampuan untuk mencerna laktosa setelah melewati fase bayi.
Prevalensi defisiensi laktase primer pada dewasa dan anak berusia di atas 6 tahun diperkirakan sebesar 80â100% pada ras Asia, 70â95% pada ras Afrika, 15â80% pada orang Amerika, dan 19â37% pada orang Eropa. Pada populasi yang menjadikan produk susu non fermentasi sebagai sumber makanan utama dalam keseharian (Eropa Utara), jarang ditemukan kasus intoleransi laktosa, yaitu 5% dari penduduknya.
Prevalensi malabsorbsi laktosa di Indonesia pada anak usia 3â5 tahun sebesar 21,3%, usia 6â11 tahun sebesar 57,8%, dan pada anak 12â14 tahun sebesar 73%. Pada anak yang minum susu rutin dan tidak rutin, prevalensi intoleransi laktosa didapatkan sebesar 56,2% dan 52,1%.
Kondisi ini ternyata banyak dialami orang Indonesia. Pada bayi, biasanya dapat diketahui dengan perubahan feses. Bayi yang intoleransi laktosa biasanya fesesnya encer (diare). Pun pada orang dewasa, biasanya mereka yang intoleransi laktosa mengalami kenaikan asam lambung dan diare.
Jadi untuk orang Indonesia yang punya kecenderungan intoleransi laktosa; berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi intoleransi laktosa:
-
Mengurangi atau Menghindari Produk Susu: Hindari produk yang mengandung laktosa, seperti susu, keju, yogurt, dan es krim.
-
Produk Bebas Laktosa: Pilih produk susu bebas laktosa yang tersedia di pasaran, seperti susu, yogurt, dan keju bebas laktosa.
-
Konsumsi Susu Nabati: Cobalah alternatif susu nabati, seperti susu almond, susu kedelai, susu oat, atau susu kelapa, yang bebas laktosa.
-
Enzim Laktase: Enzim laktase dalam bentuk suplemen dapat membantu mencerna laktosa ketika dikonsumsi sebelum makan produk susu.
-
Cek Label Produk: Banyak makanan olahan mengandung laktosa tersembunyi. Selalu periksa label bahan pada makanan kemasan.
-
Mulai dengan Porsi Kecil: Beberapa orang dengan intoleransi laktosa dapat mentolerir porsi kecil produk susu. Cobalah mengonsumsi dalam jumlah kecil dan lihat bagaimana tubuh bereaksi.
-
Yogurt dan Keju Fermentasi: Beberapa produk seperti yogurt dan keju yang sudah difermentasi mungkin lebih mudah dicerna karena laktosa sudah diurai selama proses fermentasi.
Previous Article
Konsep Berfikir Tentang Pemberitaan Megatrush yang Mungkin Terjadi
Next Article